Rotasi Gaya Demokrat

Written By Solution Anti Virus on Friday, August 23, 2013 | 11:13 AM






KOMPAS.com - DPR adalah lembaga politik, maka pertarungan politik biasa terjadi dalam aktivitas lembaga itu. Pertarungan antara lain terjadi dalam penyusunan kebijakan, pembahasan anggaran, hingga pengisian alat kelengkapan DPR, seperti pimpinan komisi yang berjumlah 11 buah.

Sekilas, tugas pimpinan komisi cenderung administratif, misalnya membuat agenda kerja komisi, memimpin rapat, atau memimpin rombongan saat melakukan kunjungan kerja. ”Dalam politik, hal-hal administrasi seperti itu banyak turunannya,” kata anggota Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan, yang pernah menjadi Ketua Komisi III di DPR periode 2004-2009.

Berbagai turunan itu yang membuat rotasi pimpinan komisi dan alat kelengkapan DPR lainnya sering diiringi berbagai cerita tentang kepentingan tertentu di baliknya. Namun, sejumlah pertimbangan, seperti untuk menjaga soliditas dan wibawa partai, fraksi biasanya menutup rapat berbagai cerita itu dengan alasan ”penyegaran”.

Namun, suasana berbeda terasa saat mendengar informasi dari Ruhut Sitompul, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Senin (19/8). Saat itu, Ruhut bilang, ia akan dilantik jadi ketua Komisi III pada Selasa esok harinya, menggantikan Gede Pasek Suardika. Isu itu sudah terdengar dua bulan lalu. Hari Selasa, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dijadwalkan, antara lain, menetapkan pimpinan Komisi I, II, III, dan badan legislasi untuk satu tahun ke depan.

Hingga Selasa siang, Priyo belum menerima surat dari Fraksi Partai Demokrat tentang keputusan Ruhut sebagai ketua Komisi III. Akibatnya, Pasek yang dikenal dekat dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tetap ditetapkan sebagai Ketua Komisi III. ”Memang ada pimpinan Demokrat yang menelepon saya, memberi tahu jika Pak Ruhut jadi ketua komisi. Namun, belum ada surat resmi dari Fraksi Partai Demokrat,” katanya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nurhayati Ali Assegaf, membenarkan, belum mengirim surat ke pimpinan DPR terkait penunjukan Ruhut. Menurut mantan Staf Khusus Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono itu, tak ada surat dari DPP Partai Demokrat ke Fraksi Partai Demokrat tentang hal itu. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa, yang dikenal dekat dengan Anas, menambahkan, DPP Partai Demokrat belum pernah menggelar rapat resmi untuk membahas rotasi pengisian alat kelengkapan di DPR.

Menurut Ruhut, DPP Partai Demokrat belum mengirim surat ke Fraksi Partai Demokrat karena beberapa hari terakhir sibuk menyiapkan peringatan Hari Kemerdekaan RI. Namun, sudah sejak sekitar tiga minggu lalu Ruhut mengaku diberi tahu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono melalui Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik akan menjadi ketua Komisi III.

”Sabar saja bos,” kata Ruhut, yang tahun lalu sempat mengucapkan kata ”Mak Lampir” ketika diminta pendapat atas pernyataan Nurhayati bahwa dia tak lagi di Baleg DPR. Saat itu, penyebab Ruhut tidak lagi di Baleg rumornya karena terlalu keras bersuara terhadap Anas.
(M HERNOWO)




Editor : Caroline Damanik
















Anda sedang membaca artikel tentang

Rotasi Gaya Demokrat

Dengan url

http://motorcycleinnovation.blogspot.com/2013/08/rotasi-gaya-demokrat.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Rotasi Gaya Demokrat

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Rotasi Gaya Demokrat

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger