Proyek Monorel Sisakan Urusan Utang Tiang

Written By Solution Anti Virus on Thursday, October 17, 2013 | 11:37 AM






JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI telah memastikan melanjutkan pembangunan Monorel lewat groundbreaking pada Rabu (17/10/2013) kemarin. Namun, peresmian pembangunan itu masih menyisakan utang persoalan yang membelit PT Jakarta Monorel (PT JM) sebagai pelaksana, dengan PT Adhi Karya sebagai mantan kontraktor.

Monorel, semula dibangun tahun 2004. Namun, seiring berjalannya waktu, tak ada investor yang melirik proyek tersebut. Hal itu menyebabkan PT Adhi Karya selaku pemegang saham terbesar, yakni 32 persen, 'nombok' Rp 192 miliar biaya pembangunan pondasi dari Kuningan hingga Senayan.

Kongsi pun pecah antara PT JM dan PT Adhi Karya. Persoalan itu berbuntut gugatan yang dilayangkan PT Adhi Karya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan soal siapa yang berhak memiliki aset sekitar 90 pondasi monorel itu. PT Adhi Karya merasa aset itu miliknya karena pengerjaan konstruksi dilakukan olehnya. Sebaliknya, PT JM menganggap aset itu juga miliknya lantaran megaproyek itu dipegang PT JM.

Direktur Utama PT Adhi Karya Kiswo Darmawan melalui keterangan resminya, Juni 2013 kemarin menyebut angka Rp 193,662 miliar merupakan angka yang harus dibayar PT JM. Menurutnya, PT Adhi Karya lewat putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 296/Pdt.G/2012/PN JKT.Selatan tanggal11 September 2012 adalah pemegang hak sebanyak 90 pondasi Monorel itu. Namun, hingga Jokowi meresmikan kelanjutan pembangunan Monorel, Rabu kemarin, PT JM diketahui belum sepeserpun membayar kewajibannya.

Beredar kabar, PT JM bersedia membayar jika nilai tiang di bawah Rp 190 miliar. Saat dikonfirmasi, PT Jakarta Monorail enggan memberikan keterangan dan menyerahkan penjelasannya kepada PT Adhi Karya.

"Saya harus hati-hati dengan pernyataan ini (soal kewajiban atas tiang monorel) karena PT Adhi Karya perusahaan terbuka, jadi mendingan konfirmasi ke Adhi Karya," kata Direktur Utama PT JM, John Aryananda.

Belum selesainya utang tersebut, PT JM malah menggandeng empat perusahaan konstruksi, salah satunya Waskita, dalam hal pengadaan sebanyak 4.000 potong beton sebagai alas rel kereta. Direktur Teknis PT JM tak memastikan apakah Adi Karya akan terlibat lagi atau tidak. Lantas, apa tanggapan Jokowi?

Orang nomor satu di Jakarta itu nampaknya tidak mau tahu akan permasalahan perusahaan yang dipercayai membangun Monorel. Ia enggan mencampuri soal sengketa 90 tiang pondasi monorel tersebut. Ia menyerahkan kepada pihak yang bersengketa.

"Pembayaran itu urusannya PT Jakarta Monorail sama PT Adhi Karya. Itu urusan swasta dengan swasta, kita ndak ikut campur," ujar Jokowi, saat peresmian logo monorel di Hotel Mulia, Jakarta Selatan pada Rabu malam.

Proyek Monorel yang sempat mangkrak sejak tahun 2007, dipastikan dibangun tahun 2013. Pembangunan proyek dengan nilai investasi Rp 15 triliun itu mulai dibangun di tepi Jalan Setiabudi, samping tugu 66, Jakarta Selatan. Perhitungan sementara, satu rangkaian monorel dapat mengangkut 300.000 penumpang pada tahun 2016. Jumlah itu secara bertahap akan di tambah hingga 600.000 di hingga tahun 2020.

Melihat persoalan yang masih membelit, akankah proyek itu kembali terganjal di kemudian hari? Yang jelas seluruh proyek pembangunan harus melewati proses yang baik dan benar. Jangan sampai gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















Anda sedang membaca artikel tentang

Proyek Monorel Sisakan Urusan Utang Tiang

Dengan url

http://motorcycleinnovation.blogspot.com/2013/10/proyek-monorel-sisakan-urusan-utang.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Proyek Monorel Sisakan Urusan Utang Tiang

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Proyek Monorel Sisakan Urusan Utang Tiang

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger