"Live Bone," Tarian yang Mengekspresikan Keunikan Tubuh

Written By Solution Anti Virus on Wednesday, January 15, 2014 | 5:04 AM


Jakarta - Puluhan orang berkumpul membentuk lingkaran di Lobi Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.


Secara tiba-tiba tanpa aba-aba sebuah suara datang bersahutan. "Kotsu, kotsu, kotsu," dan dari luar lobi sesosok tengkorak raksasa dengan tulang belakang berjalan masuk.


Sosok tersebut kemudian masuk ke tengah-tengah lingkaran orang. Ia meliuk-liukkan tangan, kaki, kepala, juga pinggulnya dengan rangkaian gerakan bebas, tetapi indah.


Tengkorak dan tulang tadi tentu tidak bergerak dengan sendirinya. Ada sosok Kaiji Moriyama, penari kontemporer asal Jepang di baliknya. Hari ini, Selasa (14/1), ia mempertunjukkan tari Live Bone. Sebuah tari yang mengekspresikan macam-macam organ tubuh seperti tulang, jantung, limpa, dan paru-paru.


Penampilan Moriyama memukau para penonton yang asing dengan nama dan tariannya. Pria 40 tahun asal Kanagawa itu begitu interaktif, penuh improvisasi, dan humoris. Ada satu momen saat ia tampak kesulitan melepaskan serangkaian kostum organ tubuh karya Kozue Hibino. Namun Moriyama bisa tetap santai dan membuat kesulitan itu tampak alami seperti bagian pertunjukan.


Tak hanya itu, ia juga sangat interaktif dengan penontonnya. Ia bergerak ke semua penjuru, menghampiri dan berinteraksi dengan para penonton. Jika urusan dengan satu kostum usai ia akan memberikannya pada penonton. Salah seorang anak kecil tampak malu-malu dan sedikit ketakutan saat Moriyama mendatanginya.


Ia secara mengejutkan juga banyak berimprovisasi. Terompet yang dibawa anak kecil tadi disambarnya saja sebagai properti tariannya.


Live Bone mengekspresikan fungsi organ tubuh dengan gerakan yang mudah dipahami. Sesaat sebelum menjadi paru-paru, Moriyama dan penata musik Kawase Kousuke melemparkan candaan dalam paduan musik dan gerak tubuh. Kousuke memainkan suara tarikan dan hembusan nafas, Moriyama menerjemahkan dalam bentuk tari.


Sesekali dengan sengaja Kousuke tak kunjung memainkan suara hembusan nafas. Moriyama pun megap-megap kehabisan nafas. Tawa penonton tak bisa dicegah untuk pecah. Saat menjadi kandung kemih lebih lagi. Moriyama bergerak-gerak gelisah seperti seseorang yang lama menahan kencing. Tanpa diduga, ia berjalan ke arah toilet. Tidak untuk benar-benar buang air tentunya.


Sontak seorang bocah laki-laki Jepang berteriak, "Boko!". Kata yang diteriakkan bocah itu artinya kandung kemih dalam bahasa Jepang.


Live Bone pada awalnya memang sebuah tarian yang ditujukan bagi anak-anak. Tarian ini diciptakan Moriyama untuk program "Mari Kita Bermain" yang tayang di saluran NHK. Ia menciptakan beragam gerakan tadi agar anak-anak bisa paham fungsi organ tubuh dengan lebih mudah.


Melihat respons yang bagus, Moriyama pun mendapat permintaan untuk mempertunjukkannya langsung di hadapan penonton. Tak cuma pentas di ruang tertutup, Live Bone juga ditampilkan di ruang terbuka.


Sesaat setelah mengakhiri pertunjukan selama 40 menitnya, Moriyama mendapat tepuk tangan meriah dalam durasi cukup lama.


"Bagus. Iya tadi agak takut," kata Fatin, bocah laki-laki yang tadi malu-malu dan ketakutan saat didekati Moriyama.


Fatin datang bersama Lusi ibunya. Tak ada niat untuk menonton karena ia datang ke Taman Ismail Marzuki untuk berlatih terompet. Fatin dan ibunya tertarik setelah melihat sosok tengkorak raksasa yang bergerak.


Usai pertunjukan, Moriyama mandi keringat. Namun wajahnya memancarkan kepuasan.


"Orang-orang Indonesia sangat ramah. Anak-anak sangat baik. Respons penonton sangat membantu. Karena itu saya pikir bahwa melalui ini saya bisa berkomunikasi dengan penonton," ungkapnya saat ditanya bagaimana bisa begitu interaktif.


"Memang harus banyak interaksi agar menarik. Ini pertunjukan kedua saya di Indonesia (beberapa hari sebelumnya Moriyama tampil di Denpasar). Jika ada kesempatan saya ingin tampil lagi di sini," imbuhnya.


Moriyama dihadirkan oleh Kedutaan Besar Jepang sebagai Duta Pertukaran Budaya Agency for Cultural Affairs Japan. Sehari sebelum tampil di TIM, ia memberikan workshop tari kontemporer kepada pengajar dan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta dan Institut Kesenian Jakarta.


Selepas ini Moriyama akan berkunjung ke Singapura. Sesosok tengkorak dan tulang raksasa masih akan berkeliling ke banyak tempat.


Anda sedang membaca artikel tentang

"Live Bone," Tarian yang Mengekspresikan Keunikan Tubuh

Dengan url

http://motorcycleinnovation.blogspot.com/2014/01/bone-tarian-yang-mengekspresikan.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

"Live Bone," Tarian yang Mengekspresikan Keunikan Tubuh

namun jangan lupa untuk meletakkan link

"Live Bone," Tarian yang Mengekspresikan Keunikan Tubuh

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger