Pengawas di Tempat Rehabilitasi Narkoba Dipanggil Bro

Written By Solution Anti Virus on Tuesday, October 8, 2013 | 11:37 AM





BOGOR, KOMPAS.com -- Pada Kamis (3/10/2013) pekan lalu, sejumlah wartawan bertandang ke Balai Besar Rehabilitasi Narkoba di Lido, Bogor, untuk melihat dari dekat aktivitas yang ada di sana.


Wartawan ikut rombongan perwakilan humas pemerintah yang diundang Badan Narkotika Nasional (BNN) di acara "Penyalahguna Narkoba Butuh Rehabilitasi, Rangkul dan Dekati Mereka"


Rombongan berangkat dari Gedung BNN di Jakarta sekitar pukul 07.30. Setelah dua jam perjalanan, sampailah di Balai Besar Rehabilitasi yang terletak di Jalan Mayjen HR Edi Sukma Km 21, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


Kedatangan rombongan disambut hangat, termasuk permainan musik kolintang yang dimainkan 9 orang, yang ternyata para residen, sebutan bagi pengguna narkoba yang menjalani rehabilitasi di Balai tersebut. Mereka terlihat mahir.


Beberapa buah lagu seperti "Bengawan Solo", "Mari Berkarya", "Just The Way U Are", membuat rombongan semakin bersemangat mengikuti acara demi acara. Setelah mendengarkan beberapa pemaparan dari nara sumber yang berkompeten soal narkoba dan rehabilitasi, rombongan diajak berkeliling mengunjungi beberapa lokasi yang ada di Balai Besar Rehabilitasi.


Sempat dilihat ruang inap residen wanita. Satu kamar disediakan tiga tempat tidur tingkat dan satu tempat tidur biasa. Satu kamar bisa dihuni tujuh residen lengkap dengan lemari kecil untuk masing-masing residen. Kamar terlihat bersih dan rapi.


Di bagian luar dekat sebuah taman hijau, terlihat delapan orang residen wanita sedang melakukan konseling dipandu mentor wanita. Saat itu waktu menunjukkan pukul 10.30.


Mereka duduk di bangku dan membentuk lingkaran. Mereka tampak serius memberbicangkan sesuatu. Ternyata kedelapan residen yang mengenakan kaus putih dan celana panjang hitam itu sedang introspeksi diri. Mereka saling berbagi cerita tentang apa yang mereka lakukan. Jika ada yang salah, teman yang lain memberi saran untuk memperbaikinya.


Rombongan kemudian menuju ruang workshop broadcast. Di tempat itu ada studio band, studio untuk rekaman (recording studio), dan studio untuk berlatih sebagai juru kamera televisi. Peralatan di ruang workshop broadcast cukup lengkap, ada mixing, dan bangunan ruangan juga sangat memadai.


Ib (25), salah satu residen asal Pekanbaru, Riau, yang mencoba belajar sebagai juru kamera. "Ya siapa tahu keluar nanti bisa melamar kerja di stasiun televisi. Makanya, mumpung di sini ada, saya manfaatkan sebaik mungkin," ucap anak pengusaha kelapa sawit ini yang baru sebulan rehabilitasi di Lido.


Yosi, staf broadcast, menuturkan, saat ini mereka sedang menggarap 10 buah lagu yang diciptakan lima awak residen yang tergabung dalam sebuah band. Ya, mereka memang nge-band. Selain itu mereka juga sedang menyelesaikan sebuah video klip dan film pendek untuk diperlombakan di beberapa festival film.


Aktivitas malam


Tidak hanya pada kegiatan pagi, wartawan juga mencoba menelusuri aktivitas malam yang dijalani para residen pria. Setelah pada sore hari para residen diberi kebebasan berolahraga dan berkreativitas, kemudian mereka masuk kembali ke ruang inap masing-masing.


Untuk residen pria dibagi tiga ruangan, yaitu ruang Green 1, ruang Green 2, dan ruang Hope. Green 1 dan 2 umumnya diperuntukkan bagi para residen yang baru menjalani rehabilitasi dan kebanyakan usianya masih muda belia antara 17 - 30 tahun. Sedangkan ruang Hope umumnya diisi oleh residen yang berusia tua antara 30 - 50 tahun.


Sehabis mandi sore, para residen berkumpul untuk makan malam. Namun sebelum itu, mereka melaksanakan ibadah, seperti salat magrib bersama. Di antara para residen, ada yang dipilih dan ditugasi sebagai staf. Pakaian mereka berbeda. Umumnya mengenakan kemeja putih panjang, celana panjang hitam, dan dasi.


Selain ruang inap, di gedung tersebut juga disediakan fasilitas pendukung seperti ruang meeting, musala, medis 24 jam, ruang merokok, tenis, biliar, ruang klinik. Dokter stand by 24 jam. Jika ada perselisihan atau pertikaian, maka setiap staf harus segera melapor ke atasan mereka.


Tampak dua orang berdiri dalam sebuah ruangan. Keduanya saling berhadapan dan terlibat dalam obrolan. "Kalau seperti itu biasanya satu di antara keduanya ada yang berbuat salah. Lalu teman satunya menegur dan mengingatkan supaya tidak mengulangi lagi perbuatan yang salah," kata Dian, salah satu kepala pengawas yang disapa oleh residen dengan panggilan Bro Dian.


Panggilan Bro biasa dipakai sehingga suasana terbangun lebih akrab dan gaul. Biasanya para pengawas yang disapa dengan panggilan Bro.


Tempat rehabilitasi itu memang di-setting supaya tidak terkesan seperti penjara. Maka, kegiatan malam pun cukup banyak sehingga suasana ramai. "Memang di sini kami ciptakan suasana seperti di rumah sendiri. Di sini tidak boleh kaku tapi harus tetap menegakkan disiplin dengan pendekatan yang bersahabat," kata Dian.


Tepat pukul 19.30, setelah berkumpul berbaris, para residen menuju ke ruang makan dengan tertib. Mereka tidak lupa memanjatkan doa sebagai ungkapan rasa syukur karena masih bisa diberi makan. Setelah makan, ada kegiatan lain seperti konseling dan lain sebagainya. Menjelang pukul 22.00, para residen istirahat tidur.


Senam massal


Pagi sebelum senam, para residen salat Subuh. Lalu mereka tidur lagi. Pukul 06.00 bangun dan merapikan tempat tidur. Sekitar pukul 08.00, para residen baik pria maupun wanita sudah berkumpul di gelanggang olahraga. Di lapangan tertutup berukuran panjang 15 meter x 21 meter itu para residen siap untuk senam pagi.


Am (24), putri pengusaha ekspor batik, yang menjadi residen di Lido, dipercaya menjadi instruktur senam bersama residen wanita lainnya. Diiringi lagu-lagu dengan irama remix, para residen terlihat senang bersenam pagi.


Sambil berteriak bersama, mereka menggerakkan anggota tubuh mereka hingga keringat bercucuran membasahi tubuhnya. "Hooooo Ahhhh...." teriak para residen sambil tertawa ceria. Residen yang kurang sehat lalu memilih mundur ke belakang untuk beristirahat.


Tepat pukul 09.00, senam selesai. Para residen dipandu mentor masing-masing kembali lagi ke ruang inap untuk melakukan aktivitas selanjutnya. (ded)





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















Anda sedang membaca artikel tentang

Pengawas di Tempat Rehabilitasi Narkoba Dipanggil Bro

Dengan url

http://motorcycleinnovation.blogspot.com/2013/10/pengawas-di-tempat-rehabilitasi-narkoba.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Pengawas di Tempat Rehabilitasi Narkoba Dipanggil Bro

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Pengawas di Tempat Rehabilitasi Narkoba Dipanggil Bro

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger