Sutradara: Film "NOAH" Bukan Tempat Ariel "Cuci Tangan"

Written By Solution Anti Virus on Thursday, September 12, 2013 | 11:22 AM


Jakarta – Film berjudul NOAH karya sutradara Putrama Tuta akan segera tayang di bioskop 14 November 2013.


Film ini akan berisi rekaman peristiwa penting dalam proses kembalinya band yang sempat dikenal dengan nama Peterpan itu ke belantika musik tanah air.


Sang sutradara menangkap dengan detail aktivitas personel NOAH dari awal terbentuk hingga menjadi band nomor satu di Indonesia, termasuk kisah penuh liku dan fenomenal dari sang vokalis Ariel saat terjerat kasus hukum.


Kehadiran band NOAH pada 2012 memang menjadi fenomena sekaligus prestasi tersendiri. Kembalinya band yang beranggotakan Ariel, Uki, Loekman, Reza dan David ini melalui konser delapan kota di Indonesia dan lima negara di dua benua sepanjang 2012 dan 2013, mampu menyedot perhatian para penggemarnya.


Kisah dan pengalaman unik sepanjang perjalanan konser tersebut juga menjadi bagian dari film NOAH.


“Banyak hal yang rasanya sangat sayang untuk tidak dibagikan kepada masyarakat luas selama perjalanan konser mereka, baik dari persiapan hingga setelah penampilan. Semangat kebersamaan, perjuangan dan pantang menyerah itulah yang ingin kami tularkan, namun melalui pendekatan yang lebih humanis sehingga film ini menjadi relevan untuk dibuat,” kata Dino Hamid, CEO dari Berlian Entertainment selaku promoter konser NOAH saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/9).


Putrama Tuta menambahkan, film NOAH bukanlah film dokumenter, melainkan film tentang musik. “Saya buat film ini mengenai musik. Tapi bentuknya seperti apa saya serahkan ke penonton, yang penting ‘rasanya’ sampai,” jelasnya.


Tuta menjelaskan, kalau film ini juga berkisah tentang apa artinya kesempatan kedua dan bagaimana mereka bisa memanfaatkan kesempatan kedua itu.


“Saya senang bisa membawa rasa baru ke dunia Film Indonesia. Sebuah film tentang musik dalam bentuk dan warna yang berbeda. Mengangkat cerita kehidupan sebuah band yang memiliki cerita perjalanan yang luar biasa dan inspiratif dalam sebuah film tentang kesempatan kedua,” ujar dia.


Menurut Tuta, sumber inspirasi terbesar kisah NOAH ini ada pada lagu mereka, setiap personel di dalamnya, cara mereka mencintai musik, perjalanan Ariel yang menjadi dasar semangat, kesetiaan mereka yang terus dibangun oleh sesama anggota, dan tim sebagai sebuah keluarga.


“Film ini bukan tempat Ariel untuk cuci tangan, tapi ingin memberi tahu bahwa menjadi seperti dia itu tidak mudah. Film ini juga bukan tentang Ariel, tapi tentang NOAH,” jelas Tuta.


Dari pengamatannya selama menggarap film ini, Tuta kini juga punya penilaian tersendiri tentang grup band NOAH.


“Mereka memang layak ada di NOAH, karena cara mereka untuk jatuh cinta pada musik memang luar biasa. Setiap detik mereka selalu belajar untuk mencintai musik mereka,” imbuhnya.


Hal senada juga diungkapkan Dino Hamid. “Saya melihat NOAH memiliki visi yang sangat jelas. Tapi di sisi lain untuk mencapai itu perjuangannya juga luar biasa. Proses dan achievement itulah yang ingin kita sharing. Karena untuk mencapai posisi seperti sekarang ini, itu bukan terjadi dengan tiba-tiba, tapi semua memang karena perencanaan yang sangat matang,” puji Dino.


Anda sedang membaca artikel tentang

Sutradara: Film "NOAH" Bukan Tempat Ariel "Cuci Tangan"

Dengan url

http://motorcycleinnovation.blogspot.com/2013/09/sutradara-film-bukan-tempat-ariel-tangan.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Sutradara: Film "NOAH" Bukan Tempat Ariel "Cuci Tangan"

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Sutradara: Film "NOAH" Bukan Tempat Ariel "Cuci Tangan"

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger