Ironis, Indonesia Hanya Mampu Produksi Empat Film Imax

Written By Solution Anti Virus on Saturday, July 19, 2014 | 11:21 AM


Jakarta - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang dibangun pada 1975 diharapkan menjadi jendela Indonesia bagi dunia internasional. Berbagai seni dan kebudayaan Indonesia dapat disaksikan di tempat wisata seluas sekitar 150 hektar ini.


Tak hanya menyaksikan langsung berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat di seluruh Indonesia, pengunjung TMII juga dapat mengenal kebudayaan dan alam Indonesia melalui film di Theater Imax Keong Emas.


Theater yang dibangun pada 1984 ini merupakan sarana rekreasi sekaligus mendidik untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya bangsa melalui tayangan film layar terbesar di Asia Tenggara dengan menggunakan teknologi sinematografi modern dengan proyektor Imax yang canggih.


Tak seperti bioskop pada umumnya, kecanggihan teknologi sinematografi di Theater Keong Emas ini dapat membuat penonton serasa ikut berada di dalam film dan bahkan berperan sebagai pemain.


Namun, sejak berdiri 30 tahun lalu hingga saat ini, baru empat film Indonesia berteknologi Imax yang dapat dibuat dan diputar di Theater Keong Emas, yakni Indonesia Indah I, Indonesia Indah II (Anak-anak Indonesia), Indonesia Indah III (Indonesia Untaian Manikam di Khatulistiwa), dan Indonesia Indah IV (Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia).


Sebanyak 32 film lainnya yang diputar di Imax Theater Keong Emas merupakan film impor yang menampilkan ragam budaya, dan ilmu pengetahuan yang diproduksi di luar negeri.


Purwanto, Manager Theater Imax Keong Emas TMII mengungkapkan, salah satu kendala terbesar dalam memproduksi sebuah film berteknologi Imax adalah biaya yang tinggi. Dikatakan, untuk memproduksi sebuah film Imax yang menggunakan film 70mm, dibutuhkan biaya sekitar Rp 40 miliar hingga Rp 60 miliar. Untuk itu, pihaknya lebih memilih membeli film impor yang harganya jauh lebih murah.


"Untuk memproduksi film Imax masih sangat mahal. Jelas lebih murah membeli yang kisarannya sekitar 90.000 US Dollar atau sekitar Rp 1 miliar. Sementara untuk memproduksi dibutuhkan biaya puluhan miliar rupiah," kata Purwanto usai launching film "Island Of Lemurs: Madagascar" di Theater Keong Emas, TMII, Jakarta Timur, Jumat (18/7).


Padahal, kata Purwanto, Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan rujukan film Imax. Purwanto meyakini, film Imax dapat menjadi sarana promosi pariwisata Indonesia yang sangat luar biasa.


"Sarana film ini merupakan satu peluang dalam dunia pariwisata karena film Imax tidak hanya diputar di Theater Keong Emas tapi bisa diputar di seluruh dunia. Setiap negara saat ini memiliki Theater Imax seperti Keong Emas," ungkapnya.


Sayangnya, Purwanto mengakui, pihaknya tak memiliki dana yang memadai untuk memproduksi langsung film Imax. Permintaan kepada Kementerian Pariwisata pun hingga kini belum mendapat tanggapan yang positif.


"Kami mencoba menggugah Kementerian Pariwisata, tapi hanya janji saat dikejar belum juga ada realisasinya. Kami tidak punya modal sesenpun. Untuk membiayai dapur sendiri saja sudah berat," katanya.


Untuk itu, Purwanto menyatakan, pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah untuk membuat film Imax dengan mengangkat kebudayaan, dan alam Indonesia.


Anda sedang membaca artikel tentang

Ironis, Indonesia Hanya Mampu Produksi Empat Film Imax

Dengan url

http://motorcycleinnovation.blogspot.com/2014/07/ironis-indonesia-hanya-mampu-produksi.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Ironis, Indonesia Hanya Mampu Produksi Empat Film Imax

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Ironis, Indonesia Hanya Mampu Produksi Empat Film Imax

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger