Hugh Jackman, Percaya Pada Leluhur

Written By Solution Anti Virus on Thursday, July 25, 2013 | 11:21 AM


Terkenal dan sudah menjadi aktor genre superhero termahal tidak lantas membuat Hugh Jackman lupa daratan. Sebagai aktor yang sudah meraih berbagai penghargaan, Jackman masih mengakui dirinya sangat konvensional dalam beberapa hal. Ia bahkan percaya keberhasilan kariernya tak lepas dari doa-doa para leluhur di kampung halamannya.


"Saya adalah orang yang sangat menghargai masa lalu. Saya bahkan percaya, keberhasilan setiap orang itu berkaitan dengan masa lalunya. Keberhasilan saya sekarang ini juga tak lepas dari hal-hal baik dan doa para leluhur di kampung halaman, di Australia," ungkap Jackman dalam sesi wawancara khusus di saat peluncuran film terbarunya The Wolverine, pekan lalu, seperti yang dilansir Associated Press.


Entah ada kaitan dengan leluhurnya atau tidak, namun faktanya, selama 12 tahun hanya Hugh Jackman saja yang mampu membintangi sosok Logan dalam film "X-Men" dan "The Wolverine". Karakter Jackman sebagai Logan tak tergantikan. Hebatnya lagi, selama 12 tahun membintangi Logan, ia tetap memikat.


Bagi Jackman, karakter Logan dalam film-film yang menyangkut "Wolverine" sudah menjadi tulang punggung dari karier beraktingnya. Peran itu dimulai sejak Logan muncul dalam film "X-Men" (2000), "X2" (2003), "X-Men: The Last Stand" (2006), "X-Men Origins: Wolverine" (2009), dan "X-Men: First Class" (2011). Kemudian pada tahun ini, Jackman kembali mendapat kehormatan memerankan Logan. Istimewanya lagi bukan hanya peran sebagai Logan yang diberikan tim Marvel, khusus dalam film "The Wolverine", Jackman pun diajak pulang kampung ke Australia.


"Senang rasanya bisa kembali ke kampung halaman untuk syuting film ini. Syuting "The Wolverine" di Australia akan menjadi sebuah pengalaman yang paling berharga sepanjang karierku. Setelah berkarier cukup lama di industri film, ternyata hanya pulang kampung saja yang membuat aku segar kembali. Home sweet home," lontar Jackman.


Tercabik-cabik
Adapun kisah "The Wolverine" akan diadaptasi dari cerita miniseri Chris Claremont dan Frank Miller pada tahun 1980. Pada film ini Logan harus berurusan dengan ninja di Jepang. Di sana, Wolverine mulai merasa bimbang untuk menentukan jalan hidupnya, antara mengikuti insting membunuh atau harus hidup dengan budaya samurai. Namun demi mempertahankan hidupnya, Logan harus bertarung habis-habisan antara hidup dan mati. Pertarungan itu membuat kehidupannya berubah untuk selamanya.


Dalam film dengan format 3D ini, pertama kalinya Logan digambarkan tidak berdaya dan tertekan sampai batas fisik dan emosionalnya. Logan tidak hanya melawan ketajaman pedang samurai, tetapi juga perang batin melawan keabadian yang dimilikinya. Film karya sutradara James Mongold ini dipastikan akan membuat penggila "Logan" tercabik-cabik hatinya.


Sementara itu bagi Jackman sendiri, sosok Logan sudah seperti bayangan pribadinya. Ibarat bercermin, Logan dan Jackman bagaikan sebuah refleksi. Namun dalam kehidupan nyata, Jackman sadar Logan hanyalah sebuah tokoh komik yang memiliki kelebihan dengan sisi-sisi kemanusiaannya.


Berkat sosok Logan pula, Jackman mendapat predikat sebagai salah satu aktor komik termahal. Seperti yang dilansir majalah Forbes belum lama ini, Jackman menduduki peringkat ketiga setelah Robert Downey. Jr dan Channing Tatum. Berkat film "The Wolverine", pendapatan Jackman diberitakan mencapai AS$55 juta, untuk periode Juni 2012 hingga Juni 2013.


Selain mencetak sukses dengan film bergenre komik, Jackman pada tahun 2012 silam juga berhasil membuat gebrakan di genre film musikal berjudul "Les Miserables". Perannya sebagai Jean Valjean, buronan teraniaya begitu memikat. Lewat film musikal inilah, semua orang di dunia mengetahui talenta tersembunyi Jackman dalam bernyanyi. Aksinya di film "Les Miserables" ini membuktikan Jackman sebagai aktor yang bisa melakukan peran apa saja.


"Saya harus bisa melakukan peran apa saja. Sebagai aktor asal Australia, saya harus memiliki kelebihan agar bisa bersaing dengan aktor dari negara lainnya. Kelebihan saya adalah harus bisa memerankan karakter apa saja, mulai dari ayah yang gila kerja di 'Real Steel', superhero di X-Men, dan buronan bersuara emas di 'Les Miserables'," lontar ayah dari dua anak tersebut.


Kelam
Berbeda dengan kariernya yang cemerlang, masa lalu sang bintang justru termasuk kelam. Pada usia 18 bulan ia harus tinggal bersama orangtua baptisnya. Sebab sang ibu, Grace mengalami sindrom depresi pascamelahirkan.


Masa lalu Jackman yang kelam tersebut untungnya tidak membuatnya tumbuh sebagai pemuda yang gagal. Meski tanpa ibu, Jackman tumbuh menjadi pemuda yang berperilaku baik dan sangat disiplin. Hal tersebut berkat didikan Chris, sang ayah yang tak pernah membicarakan hal buruk dan mengejek orang lain. Jackman merasa bangga karena sang ayah tetap menghargai mantan istrinya, meski ibu dari Jackman itu telah menikah dengan orang lain.


Khusus untuk bakat akting, Jackman mengasahnya ketika ia menempuh pendidikan di sekolah khusus pria, Knox Grammar School. Saat itu, ia kerap terlibat dalam beberapa pementasan drama dan juga terpilih menjadi kapten sekolah. Beranjak dewasa, Jackman meneruskan pendidikan di University of Technology, Sydney, dan mengambil gelar sarjana bidang komunikasi. Dia pun mengembangkan bakat aktingnya dengan mengikuti pelatihan satu tahun di Actors' Centre di Sidney.



Anda sedang membaca artikel tentang

Hugh Jackman, Percaya Pada Leluhur

Dengan url

http://motorcycleinnovation.blogspot.com/2013/07/hugh-jackman-percaya-pada-leluhur.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Hugh Jackman, Percaya Pada Leluhur

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Hugh Jackman, Percaya Pada Leluhur

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger